Pada zaman ini, kita hidup di dunia yang memiliki nilai-nilai (values) yang semakin hari semakin rusak dengan standar-standar moral yang rendah.
Saya ingat ketika masa kecil, apa saja yang orang tua saya suruh untuk dilakukan khususnya oleh Ayah saya, pasti akan saya lakukan. Tanpa harus disuruh atau dinasehati orang lain,saya hormat dan respek kepada orang tua saya karena saya tahu dia adalah orang yang telah membesarkan saya dan yang menafkahi kehidupan kami sekeluarga. Jika Ayah saya marah, jangankan melawan, menatap matanya saja saya tidak berani. Bukannya saya takut tapi karena memang saya tahu bahwa seorang anak harus respek dan menghormati ayahnya.
Banyak anak-anak muda (youth) Kristiani yang masih belum punya pandangan yang jelas tentang poligami dipandang dari sudut kekeristenan. Hal itu terbukti dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada pelayanan kami ketika melakukan talk show atau seminar tentang Love, Sex and Dating maupun Keluarga. Oleh karena itu melalui artikel ini sedikit banyaknya anak-anak muda Kristiani diharapkan dapat mengetahui serta memahi nilai-nilai atau values seputar poligami itu sendiri. Dan nantinya boleh menjadi suatu bekal yang akan berguna bagi keutuhan dan keharmonisan rumah tangga atau keluarga yang akan dibangun oleh anak-anak muda kristiani dikemudian hari.
Apa yang akan kita bayangkan dan harapkan ketika kita berbikir tentang kehidupan anak muda (youth) yang excellent? Tentunya anak muda yang excellent itu, haruslah memiliki spesifikasi-spesifikasi atau ciri-ciri tertentu sehingga memenuhi apa yang kita sama-sama pikirkan. Akan ada puluhan atau bahkan ratusan ciri-ciri yang kita bisa sebutkan untuk melukiskan atau menggambarkan tentang anak muda yang excellent. Akan tetapi supaya tidak klise atau bias, marilah kita melihat satu-satunya sumber yaitu Firman Tuhan, yang bisa dengan akurat mempresentasikan gambaran sesungguhnya tentang anak muda yang excellent tersebut.