Transforming, Equipping and Mentoring youth with word of God to be a future leader who have integrity and vision. (Psalm 119:9)

Kamu adalah tamu kami yang ke 21564

Spot News
MENTORING TRAINING
MENTORING :
(Excellence Strategy To Produce Excellence Leaders)
2 Oktober 2010, Pukul 08.30 – 17.00 Wib.
Function Room Mall Golden Trully Gunung Sahari (Samping Toko Buku GRAMEDIA)

Daftarkan diri Anda melalui :
Shendy (08999872043), Angga (08176601585) atau Angel (081932672723)
Dengan menyertakan data pendaftaran anda : Nama Lengkap, asal Gereja/Lembaga pelayanan, Jabatan Pelayanan & No Hp ke : your_ministries@yahoo.com atau dengan mengirimkan massage ke inbok Profile Face Book : TOGI SIMANJUNTAK

INVESTASI : Rp 80.000 termasuk : Snack, Makan Siang & Materi Training.

HIDUP LOE BERARTI
Talk Show Love Dating & Sex
Jumat, 3 September 2010, Pkl 17.30 - Selesai
Bakso Malang Karapitan, Mall Taman Anggrek Lt 3
Host : Your Ministries
Pembicara : Pdm Togi V Simanjuntak, S.Sos, MA

Ticket Rp 10.000 (Termasuk makanan & minuman)
Peserta : Khusus bagi Pelajar & Mahasiswa
Terbatas hanya untuk 60 orang peserta.
Tersedia Door Price !!!

Ticket dapat diperoleh melalui : Ivan (08998968659), Shendy (08999872043), Angga (08176601585)

KONSELING
Anak Muda jangan biarkan hidupmu dikalahkan oleh masalah!
Mari berbagi beban bersama kami. curhatkan masalahmu
atau beban doamu untuk kami doakan, dengan mengirimkan email ke : your_ministries@yahoo.com
atau sms ke 081210180068
Bersama Yesus kamu pasti sanggup!

FACE BOOK YOUR MINISTRIES
Mari Bergabung di Face Book Your Ministries. http://www.facebook.com
/group.php?gid=
34626644422&ref=ts






 

Kata-kata Motivasi
KHARISMA membawa Anda Ke puncak, tetapi KARAKTER lah yang mempertahankan Anda tetap berada di puncak.
- Dr Tim Elmore -

 
 

 
Artikel
MENANG ATAS MASALAH

 

Selama hidup di dunia ini setiap kita pasti akan menghadapi atau diperhadapkan pada masalah, tidak peduli apakah kita baru saja lahir baru atau sudah lama mengiring Kristus, apakah jemaat biasa atau pelayan Tuhan yang sudah lama melayani di gereja. Masalah pasti akan menimpa setiap kita baik masalah dalam rumah tangga, keluarga, pekerjaan, pelayanan, bisnis dsb. Kunci untuk kita dapat menang atas masalah bukanlah ditentukan oleh besar kecilnya masalah yang tengah kita hadapi, akan tetapi ditentukan oleh bagaimana SIKAP kita takala menghadapi masalah apakah POSITIF atau NEGATIF?

Nabi Elia adalah seorang nabi yang penuh kuasa dan sangat diurapi ketika Ia diperhadapkan terhadap masalah BESAR yaitu bertarung dengan 450 nabi-nabi Baal, Ia bersikap Positif dan berhasil menang atas masalahnya (I Raja-raja 18:40) akan tetapi setelah itu ketika Ia diperhadapkan terhadap masalah KECIL yaitu ancaman dari Izebel seorang perempuan (“yang lemah”) Ia bersikap negatif, ia takut dan hatinya kecut bahkan sampai mengalami frustasi dan lari bersembunyi, Ia tidak lagi berani menghadapi masalahnya seperti ketika Ia menghadapi 450 nabi-nabi Baal (I Raja-raja 19:1-8).

Raja Daud adalah seorang yang diperhadapkan kepada masalah yang sama seperti nabi Elia akan tetapi sikap yang dimiliki oleh Daud sama sekali berbeda dengannya. Ketika bangsa Israel diperhadapkan kepada masalah nasional yang SANGAT BESAR yaitu terhadap tantangan Goliat pahlawan Filistin yang gagah perkasa, semua orang pada waktu itu tidak ada yang berani maju untuk menghadapinya termasuk raja Saul dan prajurit-prajurit Israel yang tangguh. Dengan sikap yang POSITIF, Daud maju dan berhasil mengalahkan Goliat (I Samuel 17:45-50).

Setelah itu masalah baru timbul dalam kehidupan Daud yakni Saul cemburu kepadanya dan berusaha untuk membunuhnya alasannya karena setelah mengalahkan Goliat, Daud lebih populer dari pada Saul. Sama seperti nabi Elia yang menyembunyikan diri dari kejaran prajurit suruhan Izebel yakni ke dalam sebuah gua, Daud juga mengembara dari satu tempat ketempat lain menghindar dari kejaran Saul akan tetapi tindakan Daud ini bukan dilakukan karena ia takut menghadapi Saul. Alkitab mencatat bahwa lebih dari satu kali Daud diberi kesempatan dengan mudah untuk membunuh Saul akan tetapi hal tersebut tidak dilakukannya (I Samuel 24 dan 26).

Pertanyaannya mengapa hal itu ia lakukan? Jawabannya adalah karena Daud ingin agar hanya Allah saja lah yang campur tangan atau yang menyelesaikan masalahnya. (Mazmur 57:2-3). Diakhir cerita perseteruan antara Saul dan Daud, kita bisa mengetahui bahwa pada akhirnya Saul mati ditangan pedangnya sendiri dan Daud berhasil menang atas masalahnya (I Samuel 31:4).

Apa yang membuat Daud tampil menjadi pemenang atas masalahnya? Mari sama-sama kita belajar akan hal tersebut yang dapat kita lihat yakni ketika Daud menghindari kejaran Saul dengan bersembunyi di dalam satu gua yang bernama Adulam (1 Samuel 22:1-3)

Tujuan Daud untuk masuk ke dalam gua adalah untuk mencari ketenangan dari masalahnya sebab hatinya pada waktu itu kacau balau dan gundah gulana dan gua adalah tempat yang dituju oleh Daud karena gua identik dengan keheningan dan ketenangan. Dalam persembunyiannya di gua, Ia mendengar bahwa saudara-saudaranya dan orang terdekatnya telah terbunuh oleh prajurit Saul, sementara itu ia juga tengah berpikir akan panggilannya sebagai raja atas Israel karena setelah ia diurapi jadi raja (I Samuel 16) bukan tahta yang diberikan kepadanya tapi sebaliknya nyawanya jadi terancam oleh Saul. Maksud Dau menyembunyikan di ri ke gua adalah supaya hatinya mengalami ketenangan ternyata di dalam gua itu terdapat 400 orang yang nasib nya sama seperti dia yakni orang-orang yang:

  1. Berada dalam kesukaran/ masalah seperti dirinya
  2. Orang yang dikejar tukang piutang/debt colektor
  3. Orang yang sakit hati/kepahitan

Akan tetapi Alkitab menegaskan bahwa pada akhirnya Daud menjadi pemimimpin atas mereka dan berhasil Mentransformasikan kehidupan mereka semuanya. Nantinya mereka-mereka inilah yang menjadi Perdana Menterinya Daud, pelayan-pelayannya Daud, penasehat Daud, prajuritnya Daud dsb, mereka semua setia melayani Daud sampai akhir hayatnya.

Sebagai anak Tuhan seberapun besarnya masalah yang tengah kita hadapi, kita harus seperti Daud yang melupakan masalah pribadinya untuk tetap menjadi berkat bagi orang lain khususnya orang-orang yang belum mengenal jalan Tuhan yang berada dalam kesulitan atau masalah.

Sekarang mari kita lihat apa sebenarnya yang dilakukan oleh Daud didalam gua Adulam sehingga ia mengalami kemenangan atas masalahnya ? Mari kita sama-sama lihat dan sama-sama baca Mazmur 57 !
 

Pertama : Aku berseru kepada Allah, Yang Mahatinggi, kepada Allah yang menyelesaikannya bagiku. (ayat 3)

Daud berseru (berdoa) kepada Allah atas masalahnya (ayat 3) dalam terjemahan lain berseru dikatakan dengan “crying out” yang berarti meminta pertolongan dengan segenap hati dan jiwa. Hal tersebut dapat dilukiskan seperti seseorang yang tengah mengalami kapal karam dan berusaha menyelematkan dirinya dengan berenang ditengah-tengah laut walaupun telah seharian ia berenang dan merasa letih, tapi ketika ia melihat dari kejauhan ada sebuah kapal yang lewat maka orang tersebut akan mengumpulkan seluruh tenagannya yang tersisa dan sekuat tenaga berteriak minta tolong. Begitu juga dengan kita ketika kita memiliki masalah pastikan terlebih dahulu kita datang kepada Allah bukan kepada orang lain bergumul melalui DOA yang sungguh-sungguh dengan segenap hati dan segenap jiwa.

Kedua : Hatiku siap, ya Allah, hatiku siap; aku mau menyanyi, aku mau bermazmur (ayat 8)

Daud tidak hanya berseru/berdoa kepada Allah tapi kemudian ia menaikkan pujian penyembahan kepada Allah. Firman Allah berkata “ada kuasa dalam pujian” ketika Daud memuji dan menyembah Allah maka roh, jiwa, tubuhnya menjadi terbangun dan kuat sehingga ia mendapatkan kekuatan baru dan kembali bangkit untuk menghadapi masalahnya. Dalam bahasa aslinya Mazmur adalah Psalmos yaitu doa yang dinaikkan melalui syair dengan puji-pujian. Kalau kita lihat banyak lagu-lagu rohani yang syairnya diambil dari kitab Mazmur, contoh : Mazmur 23 (Tuhan Adalah Gembalaku), Mazmur 19:7-10 (Kemanakah Aku Dapat Pergi Menjauhi Roh-Mu Tuhan) Mazmur 100:5 (Sebab Tuhan Baik), Mazmur 106:1 (Bersyukurlah kepada Tuhan), dsb. Dari Mazmur 57 yang kita baca lahirlah sebuah lagu yang sangat indah yang sering kita nyanyikan yaitu “Tinggikan Diri-Mu”.

Hampir ¾ kitab mazmur ditulis oleh Daud dan hal itu adalah KARYA yang maha ajaib yang dihasilkan lewat pergumulan akan MASALAH nya bersama Allah.

Dalam Alkitab selalunya “masalah itu adalah penyebab dari adanya mujizat”. Ketika Bangsa Israel dikejar-kejar pasukan Firaun maka terjadi laut terbelah dua!, ketika Yusuf dijual oleh saudara-saudaranya, jadi budak, dipenjara, tapi pada akhirnya ia menjadi penguasa atas Mesir, ketika Daniel dimasukkan kegua singa, singa tidak memakannya dan akhirnya Raja Darius dan segenap rakyatnya takut dan gentar kepada Allah, ketika tuan rumah pada pesta pernikahan di Kana kehabisan anggur maka terjadi mujizat air menjadi anggur. Ketika Paulus dan Silas dipenjara di Filipi maka terjadi gempa bumi yang hebat dan akibatnya kepala penjara di Filipi dan keluarganya bertobat, ketika Rasul Yohanes menderita di buang ke pulau Patmos maka lahirlah kitab Wahyu. Jika diceritakan kejadian dalam Alkitab dimana adanya masalah menjadi penyebab mujizat maka tidak cukup waktu untuk kita membicarakannya karena kejadiannya sungguh terlalu banyak dan dahsyat!

Ketiga : Aku mau bersyukur kepada-Mu di antara bangsa-bangsa, ya Tuhan,aku mau bermazmur bagi-Mu di antara suku-suku bangsa (ayat 10)

Kemudian Daud mencucap syukur kepada Tuhan (ayat 10). Ucapan syukur bukan karena masalahnya tapi karena ia menyadari bahwa untuk selama-lamanya Kasih setiaNya tidak pernah berubah (ayat 11). Daud berkata : Haleluya! Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya (Mazmur 106:1). Hal tersebut diucapkannya kurang lebih 33 kali dalam kitab Mazmur. Firman Allah mengatakan Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu. (1 Tesalonika 5:18). Sampai kapanpun kita akan diperhadapkan terhadap masalah akan tetapi ketika kita senantiasa mengucap syukur pada Allah setiap masalah akan terasa enteng untuk kita hadapi.

Keempat : sebab kasih setia-Mu besar sampai ke langit, dan kebenaran-Mu sampai ke awan- awan. (ayat 11)

Setelah berdoa, menaikkan pujian penyembahan dan mengucap syukur Daud akhirnya mengambil sikap yaitu PERCAYA kepada penyertaan Allah akan masalahnya (ayat 11a) dan  percaya kepada kebenaran Allah yang mutlak (ayat 11b) bahwa Allah memiliki rencana yang indah atas masalah yang sedang dihadapinya. Sehingga Ia berprinsip apapun masalah yang timbul pada dirinya tetap ada didalam penyertaan dan kebenaran Allah. Daud berkata TUHAN itu adil dalam segala jalan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya (Mazmur 145:17). Firman Allah berkata Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya (1 Korintus 10:13).

Dan  Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah (Roma 8:28).

Anak muda apapun masalah yang menimpa kita hari-hari ini, mungkin engkau dsan keluarga mu terkena imbas dari adanya krisis ekonomi global, mungkin engkau sedang dalam terkena PHK, Papa Mama mu bertengkar dan hendak cerai, atu mungkin engaku sedang sakit keras, dsb. Mari kita bawa masalah kita kepada Allah dengan doa yang sungguh-sungguh, naikkan pujian penyemabahan,  Ucapkan syukur pada Allah dan Percaya bahwa Allah adalah setia dan adil dan Ia akan tetap setia untuk menolong masalah kita.

Doa saya, biarlah setiap kamu-kamu yang saat ini sedang dilanda masalah akan mengalami terobosan dan melihat mujizat atas masalahmu!

 

Pdm Togi Simanjuntak, MA

Pemimpin Your Ministries

 
Jika kamu diberkati oleh artikel ini, silahkan kirimkan ke teman kamu.
Nama kamu : *
Email kamu : *
Email teman kamu : *
   
copyright © 2008. All rights Reserved Your Ministries - Powered by Fi-Bee.com